Ayah, Ada Tefo



"Ayah, ada tefo," kata Azkara yang masih belum sempurna pengucapannya. Ia lalu menyerahkan ponsel kepada saya.

Setiap ponsel saya atau istri berdering, Azkara selalu heboh mengambil ponsel yang sedang diisi daya atau diletakkan di atas meja. Setelah itu, ia berlari mencari saya atau istrinya, tergantung ponsel siapa yang berbunyi.

Suatu pagi, saya asyik menonton cuplikan pertandingan sepak bola di ponsel sambil tiduran. Saya terlalu fokus pada layar.

"Ayah, tefo."

Setengah sadar saya mendengar suara Azkara. Ia menempelkan sesuatu ke pipi saya. Saya merasakan benda yang kasar. Rupanya, Azkara sedang menempelkan sandal ke pipi saya. Ia mengulanginya lagi sambil berkata, "Ayah, tefo."


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama